MBUHRANGERTI BLOG'S

Berjalan Setapak Demi Setapak

Menyikapi Sebuah Berita

jalanlurus1

Saat ini banyak fitnah dan berita bohong berseliweran. Tak jarang berita yang kita kira benar dan juga sebarkan, ternyata belakangan kita ketahui palsu. Padahal Dusta itu ciri munafik. Dan jika kita menyebar dusta juga, khawatirnya kita ikut berdosa. Oleh sebab itu ada baiknya kita mengkaji ajaran Islam bagaimana kita bisa mendapat berita yang benar sehingga tidak sampai menzalimi satu kaum.

1. Tabayyun ke Pihak yang Dituduh/Difitnah

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. ” [Al Hujuraat 6]

2. Mendengar Keterangan 2 belah pihak

Bila dua orang yang bersengketa menghadap kamu, janganlah kamu berbicara sampai kamu mendengarkan seluruh keterangan dari orang kedua sebagaimana kamu mendengarkan keterangan dari orang pertama. (HR. Ahmad)

Jangan cuma menerima informasi dari 1 sisi saja misalnya dari kelompok kita saja, sementara dari kelompok lain kita anggap tidak benar, munafik musuh Islam, dsb. Ini sudah bertentangan dengan hadits Nabi di atas dan sudah ‘Ashobiyyah / Fanatisme Golongan.

3. Bersikap Adil & Tidak Marah

Tak jarang karena kita benci pada satu kaum, akhirnya kita mencap kaum tsb pasti pendusta, pasti jahat, dsb. Padahal kita tetap harus adil meski kita benci mereka. Ingat, di setiap kelompok biasanya ada yang jahat dan ada pula yang baik.

Harusnya kita tetap adil meski thd kaum yg kita benci:

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Al Maa-idah:8]

Kita tidak boleh emosi:

Janganlah hendaknya seorang hakim mengadili antara dua orang dalam keadaan marah. (HR. Muslim)

4. Dapatkan Berita dari Sebanyak Mungkin Sumber

Boleh dibilang tak ada Media yang netral 100%. Umumnya mereka membawa kepentingan kelompok mereka. Oleh karena itu kita harus mendapat berita dari berbagai sumber. Harus dari berbagai pihak. Sebab meski ada 10 media, tapi kalau masih dari 1 kelompok, sama juga bohong.

Jika ada Media yang sering melontarkan Fitnah/Dusta, lebih baik diblack-list saja. Cari alternatif lain yang lebih dipercaya.

Semakin banyak sumber, contoh satu Hadits makin dipercaya karena dianggap Mutawattir. Apalagi kalau isinya sahih. Berita pun demikian. Berita Mutawattir (banyak sumbernya) lebih kuat daripada Berita Ahad (Satu Sumber).

Jika 1 berita hanya memuat informasi dari 1 pihak saja, sementara pihak yang dituduh melakukan kejahatan sama sekali tidak diwawancarai, apalagi ternyata beritanya meski ada di beberapa Media (apalagi Media Online yg tidak jelas). meski Media tsb memakai label “Islam”,. Apalagi jika menyangkut politik yang berkaitan dengan kepentingan kelompoknya.

Semoga kita terhindar dari berita yg tidak benar dan ikut menyebarkan keburukannya,… amin

Wallahu A’lam Bishawab

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: