MBUHRANGERTI BLOG'S

Berjalan Setapak Demi Setapak

Archive for the tag “merenung”

“Be Grateful” ..

Berfikir sejenak dalam hati… dalam keheningan malam sunyi…merenung melihat kehidupan sekeliling… Pernah memikirkan hal ini…?

Bersyukur adalah hakiki manusia…
Bersyukur adalah ritme terbaik sosial masyarakat
dan bersyukur adalah awal untuk masa depan lebih baik…

Para Pemimpin negara : Presiden, wakil Presiden, Menteri, aparatur negara, polisi, Tni dan orang – orang yang bekerja pada roda pemerintahan.
Para Calon Pemimpin negara, para calon legislatif dan para pemimpin partai yang akan bertarung pada pemilu nanti
Para Pemuda terus berjuang demi masa depan lebih baik.

Mari kita melihat Berbagai hal di sekeliling kita, baik sisi kanan, kiri, atas, bawah, depan, belakang atau dimanapun… Gunakan hati untuk berdialog dalam penentuan setiap keputusan kita…

Tak perlu ada mengumbar oral dengan berbagai janji tak pasti, tak perlu ada permusuhan, kebutuhan kita hanyalah sebuah persatuan untuk membangun masa depan…

http://serartan.blogspot.com
Love, Peace, Justice…

Ost :
Moses bandwidth – Laila Majnun

PERMAINAN SEPAK BOLA

Melihat demam sepakbola, saya jadi teringat tulisanku 12 tahun yang lalu ini:

Cobalah Anda pikir agak tenang tanpa mengikutsertakan kesenangan Anda sendiri, mungkin Anda pun — seperti orang yang tidak senang atau tidak paham sepak bola — merasa geli melihat 22 orang dewasa –-sebelas lawan sebelas– berlari-lari memperebutkan dengan serius sebuah benda bundar. Kecuali dua orang yang bertindak menjaga gawang yang tidak banyak berlari; cukup mempertahankan dan menangkap bola bila bola mengarah ke gawangnya. (Berbeda dengan yang lainnya, kedua orang ini tidak mutlak dilarang memegang bola). Anehnya bila bola sudah terebut, langsung –atau dibawa sebentar kemudian– disepak lagi untuk diperebutkan kembali. Sering kali, meski sudah ada wasit lapangan dan wasit-wasit garis yang memimpin pertandingan, orang-orang dewasa yang memperebutkan bola itu sampai berantem. Bila karena terlalu sengit berebut bola lalu terjadi tabrakan antar pemain dan wasit sudah menentukan bola diberikan kepada pihak tertentu, pihak ini pun malah menendangnya kembali. Bayangkan bila perebutan 11 x 11 orang dewasa ini tanpa wasit yang memimpin atau wasitnya seperti kebanyakan wasit negeri ini. Baca lebih lanjut…

Merenungkan Makna Kepemilikan

Oleh: Komaruddin Hidayat*

Sewaktu kecil, nenek sering mendongeng, yang hingga sekarang masih banyak yang saya ingat. Di antaranya tentang kehebatan Nabi Sulaiman yang bisa berbicara dengan hewan dan tumbuh-tumbuhan. Setiap Nabi Sulaiman jalan-jalan masuk kebun, tutur nenek, pepohonan pada mengucapkan salam dan memperkenalkan diri padanya. “Nabi Sulaiman, saya pohon jeruk. Lihat di tubuhku bergelantungan buah jeruk yang manis-manis. Saya sangat gembira kalau Nabi Sulaiman sudi memetik dan memakannya, atau dibagi kepada teman-teman. Aku diciptakan Allah untuk melayani manusia,” demikian kata pohon jeruk. Begitu halnya dengan pohon-pohon yang lain, semuanya memperkenalkan diri dan menyatakan kegembiraannya kalau manusia mau menyayangi dan mengambil manfaat dari kehadiran mereka untuk kesejahteraan manusia. Baca lebih lanjut…

Post Navigation

%d blogger menyukai ini: